Friday, July 17, 2020

Rupanya Jodohku teman KKN (Part I)

Tahun 2015, kampus tercinta mengadakan program KKN (Kuliah Kerja Nyata) ke daerah-daerah yang ada di Riau. Ups, ini program reguler. Kalau mau join ke daerah luar daerah, bisa juga. Namun, bukan program yang ini ya. Btw, akupun baru tahu jenis program KKN itu lebih dari satu setelah KKN reguler usai. Haa kurang gaul amat dulu yak. Namun, semua ada hikmahnya.

~~~

Kelompok KKN kami terdiri dari 15 orang per grup. Delapan orang perempuan dan tujuh orang laki-laki. Nah, apesnya kami harus tinggal serumah seatap bersama. Yes, gabung rumah antara laki-laki dan perempuan. Lokasi KKN kebetulan masih daerah tempat tinggal saya yakni Lubuk Ramo, Kuantan Singingi. Daerah yang bisa dikatakan sudah berkembang.

Nah, program-program KKN kami dikembangkan sesuai background jurusan masing-masing. Oh ya, tiap grup terdiri dari 2-3 orang jurusan yang sama. Gak boleh lebih. Jikalau lebih, harus pindah lokasi KKN. Grup KKN saya diketuai oleh laki-laki yang berasal dari jurusan agroteknologi, pertanian yang bernama Muhammad Ikhsan. Bagaimana beliau bisa terpilih? Haha kabarnya beliau menang suit. Yup. suit. Sebab tak ada satupun laki-laki digrup yang mau menjabat kordes (Koordinator Desa).

~~~

Perjalanan program KKN kami berjalan semestinya. Walau begitu banyak kekurangan hingga dimarahi oleh buk kades, everything it was ok. Kapan-kapan akan saya ceritakan cuplikan kisah KKN. One day. Haha

~~~

Bercerita tentang teman KKN seyogyanya tidak terlalu banyak kisah spesial. Entah kisah cinlok, kisah cinta bertepuk sebelah walau udah usaha mati-matian atau kisah lainnya. Biasa aja sih. Pun saya pribadi tidak berharap akan melukiskan kisah jua dalam masa KKN.

~~~

"Apa-apaan ni san? Kalau kau tak butuh sekretaris, bilang aja. Capek-capek aku bikin skema, tak satupun kau libatkan aku. Memandai aja kau sendiri". Kata si Baiti sembari melempar buku program dalam keadaan emosi.

Ikhsan yang notabenenya selaku kordes hanya diam. Bukan tak mampu membalas, hanya segan untuk berkata ataupun menghindari konflik kesalahpahaman yang berkepanjangan. Saya yang menyaksikan kejadian tersebut sungguh kasihan sama Ikhsan. Seperti tak ada harga dirinya dibuat oleh Baiti. Akhirnya rapat usai dengan penuh emosi. Yaah walau berdamai jua, namun tampaknya Baiti sama sekali tidak puas dengan kinerja Ikhsan.

Saya? Jujur, saat itu entah apa yang merasuki, tetiba ingin bicara empat mata sama Ikhsan. Saya pribadi bingung kenapa hal tersebut dilakukan. Lantas apa yang saya perbuat? Memotivasi. Saya sadar bahwa tipe seperti Ikhsan pasti akan down jika diperlakukan demikian. Akhirnya, dengan sok nya saya motivasi dan berikan dorongan kepadanya agar kuat menjalani tugas selaku kordes.

Kejadian i

Friday, March 20, 2020

Merrid Journey : Akhirnya Menikah

Pernikahan merupakan harapan dan impian setiap insan. Tak hanya wanita, bahkan laki-laki pun pastilah memimpikannya. Saya pun sebelumnya tak pernah menduga akan menikah dalam waktu yang tak cukup lama. Sungguh, skenario Allah begitu indah.

Kembali ke my story ~~~

Lamaran resmi secara adat terjadi bulan Juni. Pertanyaannya, apakah calon suami kembali bekerja ke pulau Jawa? Jawabanny tidak. Karena, manajemen pihak beliau tempat bekerja sudah diberitahu bahwa beliau akan menikah dalam waktu dekat, oleh karena itu, diputuskan beliau akan bekerja di Riau saja.

Waah senang dong. Euts tunggu dulu. Kenapa? 

Suatu malam, chat masuk di hp yang bertuliskan 

"Alhamdulillah isan dipindahkan ke Duri. Mohon doa semoga dimudahkan ya."

Shock dan nangis vrooh.

Duri itu lumayan jauh dari Pekanbaru. 

Kenapa gak ikut aja?

Bukankah sebelumnya dikatakan bahwa saya baru terikat kontrak kerja. Jadi agak sulit untu resign karena konsekuensi yang akan diterima. Huhuhu Namun, beliau berujar bahwa insyaAllah selalu ada jalan terbaik dari-Nya.

~~~

Setelah berbagai drama persiapan nikah yang mau mengharuskan kami bolak balik Taluk-Pekanbaru-Duri tersebut, alhamdulillah pada 14 September 2019, kami pun menikah. Alhamdulillah wasyukurillah semua berjalan lancar walau ada sedikit kekecewaan pada pihak WO T^T. Namun, semua sudah berlalu. So, abaikan saja.

~~~

Dua hari setelah menikah, kami kembali ke Pekanbaru. Kebetulan jata cuti saya telah habis. Pun dia juga musti kembali ke Duri ke back to reality, work. Yup. Kami tidak mendapatkan jatah cuti yang banyak sehingga harus pandai-pandai mengatur waktu lantaran dirumah beliau juga akan diadakan resepsi kedua pada tanggal 21 September 2019.

Well, sementara beliau di Duri, saya pun tinggal bersama mertua dan adik ipar. InsyaAllah semua baik baik saja. 

Did you know guys? Beliau kembali ke Pekanbaru pada tanggal 20 September malam. MasyaAllah, betapa lelahnya beliau. Tapi, menunjukkan hal demikian bukanlah sifatnya.

~~~

Memutuskan menikah adalah suatu keputusan yang luar biasa. Banyak hal yang harus dipertimbangkan. Tiap keputusan pastilah akan mendapat konsekuensi ataupun malah resikonya. Makanya, jangan pernah main-main akan keputusan ini.

Hi Muhammad Ikhsan. Terima kasih telah memilih Nurrahma Dewi sebagai teman hidupnya. Sungguh, keelokan sifat akan diri ini masih begitu jauh. Begitu juga keelokan rupa. Semoga selalu mau menerima kekurangan diri ini. 

  • Perjalanan kita masih panjang. Akan banyak kerikil-kerikil halus atau bahkan bebatuan yang menghambat perjalanan kita berdua. Tapi, saya yakin bahwa selama dirimu menggenggam erat tanganku serta menuntunku, akan selalu ada yang menguatkan semua itu. Allah selalu bersama kita. 


Semoga Allah memberkahi pernikahan ini. Aamiiin

Thursday, March 19, 2020

Merrid Journey : Lamaran

Sebenarnya, lamaran secara basic sudah dilakukan akhir tahun 2018. Hanya saja, mengingat dan menimbang kami orang daerah yang tentunya memiliki adat dan budaya, diputuskan lamaran resmi dilakukan pada 9 Juni 2019. 

Nah, tahukah kalian bahwa sedari awal tahun 2019, Januari hingga Juni calon suami saya tak menetap di Riau. Kebetulan saat itu beliau dan beberapa temannya dapat kepercayaan untuk mengelola cabang toko tempatnya bekerja di pulau Jawa. Drama ini bikin galau juga. Kenapa? Karena saat itu saya baru diterima kontrak kerja dan tak boleh berhenti dalam jangka waktu setahun. Tapi kembali lagi, insyaAllah selalu ada jalan. 

Itulah kalimat yang selalu diucapkan. Bukankah Allah tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya? Maka jalani saja dengan penuh kesabaran dan ikhlas. InsyaAllah. 

Persiapan untuk lamaran tidak terlalu heboh. Sepertinya. Berhubung beliau bukanlah orang daerah Taluk asli. Eh Sentajo deng. Maka, beliau harus "berinduak" alias megang salah satu suku di daerah sini. Nah, syukurlah bisa diwakilkan oleh orang sahaja ^^. Tapi, ada sedikit kendala pas orang tua beliau hendak kesini.

Tetiba sehari menjelang ke Taluk, ayahnya jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Sedihnya. Takuuuut banget ada pertanda jelek gitu. Tapi, kita gak boleh suuzon toh. Serahkan semua ketepatan waktunya kepada-Nya. 

Merid Journey : Kedatangan

Kelanjutannya gimana? 

"Kenapa gak langsung 1 page aja sih?"

Baiklah, begini ya. Saya tipe yang agak malas baca artikel panjang-panjang. Nah, saya menempatkan pembaca blog ini (asumsi) kurang lebih seperti saya. Makanya, saya bikin long story always used kind of part. 

~~~
Oktober 2018, tetiba beliau chat bahwa beliau mau datang ke Taluk Kuantan jumpa orang tua. Sungguh suatu kejutan dikala saya lagi stres dengan tesis. Setelah beberapa kesalahpahaman dan sedikit keegoisan akhirnya diputuskan akhir tahun beliau akan datang. Intinya mah tesis musti kelar dulu, baru jumpa-jumpaan ama orang tua. Biar agar plong gitu ni otak. Hehe

Btw, awet ya dari tahun 2015 sampai 2018 masih bertahan ama 1 wanita. Asieeee...

Nah, kadang juga bingung dan terharu aja ama perasaan beliau yang sungguh tulus. Uhuuk. 

Next story saya ceritakan apa yang melandasinya. 

Finally, beliau langsung ajak orang tuanya jumpa emak dan aba di Taluk Kuantan. Modal percaya diri dan mental baja jika nantinya diterima atau malah ditolak. Semua keputusan siap diterimanya. Katanya sih gitu hhehe 

Jawabannya "Diterima dung"

Alhamdulillah. Penutup tahun 2018 yang indah. MasyaAllah tabarakallah. 

"Lah, diakan baru kali pertama jumpa orang tua, kok emak aba mu langsung yakin?"

Nah pemirsa. Saat KKN dulu beliau pernah 2x ke rumah untuk melamar eh salah. Maksudnya minjam peralatan olahraga untuk kebutuhan kegiatan KKN. Nah, dari situ deh sedikit banyaknya aba dan emak melihat dan menilainya. Begituu....

Intinya, perjalanan ke tahap ini yang begitu mudah tak lepas karena Allah. Semua Allah mudahkan. Alhamdulilla. Percayalah, niat baik jika dilaksanakan dengan baik, insyaAllah kemudahan ada di depan kita. Trust it.


Merid journey : Perkenalan

Hallo. Setelah sekian lama. Finally muncul kembali. Well, pembuka ditahun 2020, letme tell about my journey wedding. Hihi sebenarnya tidak ada spesial-spesialnya. Tapi agar bisa dikenang suatu hari nanti, akan saya ceritakan sedikit gimana mulanya. 

Perkenalan ~~
Awal saya jumpa dan kenalan sama beliau saat masa Kuliah Kerja Nyata yang diadakan kampus. Kebetulan saat itu beliau adalah kordes alias koordinator desa. So, apakah ada yang spesial saat itu? Absolutely nope. Yang paling berkesan tentang beliau hanyalah kebaikan, kesabaran dan kealimannya. Acieee...tapi percayalah, saat itu tak pernah menyangka bahwa beliau akan datang kembali untuk suatu tujuan murni. Huhu terharu.

Oh ya lupa. KKN tersebut diadakan pada bulan Agustus-September 2015. Sudah 4 tahun berlalu. 

Nah, selepas KKN nothing special sama sekali. Mungkin hanya sebatas tanya kabar sahaja. Just it. Tiada harap sama sekali dia datang untuk "menjemput". Sihiiy. Hal ini karena saya sadar jika kami saat itu masih bocah 20 tahun yang pemikirannya masih labil. 

Tahun 2016 fokus untuk lanjut kuliah. Jadi, belum ada memikirkan hal lain selain cepat kelarkan studi. Nah beliau bagaimana? Sepertinya fokus dengan studi S1 dan komunitas di kampus. Kenapa saya tahu? Kebetulan kami berteman difacebook, jadi sedikit banyakny agak tahu. Hihi *ketauan stalking doi.

Nah, segitu dulu deh...

Wednesday, October 9, 2019

Akhirnya Wisuda

Semua kisah yang Allah ciptakan selalu indah. InsyaAllah. Walau, perjalanan menuji kesana sungguh (kadang) musti menempuh jurang kekecewaan, kesedihan dan air mata. Namun, tak jarang jua kisah bahagia Dia titipkan. Toh hidup tak melulu perkara yang sedih sahaja. 

Sebagai mahasiswa tingkat akhir, baru kali ini merasakan betapa beratnya jadi mahasiswa. Beberapa drama musti dilewati duli sebelum sah menggunakan toga. Namun, lagi-lagi drama itu berakhir indah saat perjalanan proses bimbingan (kali kedua dengan dosen pembimbing yang berbeda) dijalani. Layaknya macet-macetan dijalan, eh pas dah sampai jalan tol, waaaw alhamdulillh bebas hambatan. Walhamdulillah :)

Nah, drama paling miris saat pengajuan wisuda ada juga nih. Apa ya?

......

Salah satu berkas yang harus diurus untuk sebagai syarat wisuda adalah tesis yang telah dijilid dan ditandatangani ketua program pascasarjana. Nah, kesialan pertama terletak pada salahnya jilidnya yang dicetak pihak percetakan. Apes banget musti ganti lagi :" oh money ku.

Kesialan kedua. Terjadinya peralihan ketua program pascasarjana yang lama ke yang baru. Otomatis semua kebijakan berubah. Termasuk prosedur penyusunan tesis. Tesis saya pun sebenarnya sudah masuk periode yang baru jika disesuaikan dengan SK jadwal ujian tesis. Jadi bagaimana? Bersiteganglah dengan pihak pascasarjana bahwa pada dasarnya kami mahasiswa lama tidak mengetahui perubahan kebijakan tersebut. Padahal, tesis sudah dicetak. Mustahil dirombak lagi semua penyusunan/isinya. 

Kesialan ketiga. Perkara di atas, atas bantuan Allah SWT semua terlewati. Akhirnya tesis sudah memasuki ruangan pak ketua pascasarjana untuk selanjutnya ditandatangani. Apes lagi. Entah bapak itu sibuk atau bagaimana, sudah lebih dari 3 minggu, tesis masih juga belum tertandatangani. Padahal (kabarnya) waktu wisuda makin dekat. 

Namun, (kembali) Allah Maha Baik. Walau seribet untuk proses mendaftar wisuda. Alhamdulillah waktu/durasi pendaftaran diperpanjang. Alhasil kami tetap bisa mendaftar tepat waktu.

Finally, 24 Juli 2019. Nurrahma Dewi kembali wisuda untuk kedua kalinya. Nah, wisuda ini ada seorang laki-laki yang ikut serta. Tenang, dia sudah dikenalkan secara resmi ke keluarga kok. Sayangnya, saat itu kami belum halal :').

Monday, October 7, 2019

Welcome Back

Hi.. Setelah 6 bulan vakum. Finally kembali lagi. Kalau dipikir-pikir, ngapain aja ya selama 6 bulan terakhir?

Well, saya akan menceritakan beberapa peristiwa yang telah berlalu. Nah, ada beberapa poin. Kira-kira apa aja? Tunggu sahaja postingan selanjutnya.

See you :*